Gereja Organik - Gaya Hidup Allah dalam Gereja

By: Rob | Hot News | 03 Nov 2010, 09:26:59 | Dibaca: 1709 kali

Membahas gereja seolah tak ada habisnya. Segudang teori pertumbuhan gereja sudah dilahirkan dari zaman ke zaman. Pergerakan terus digulirkan oleh orang-orang besar di zamannya. Namun, seiring waktu, gereja justru mengalami degradasi yang luar biasa dalam kualitas kehidupan orang percaya maupun kuantitas mereka dalam ibadah.

Mau tidak mau, kita harus berpikir ulang. Sebenarnya gereja seperti apa yang Tuhan rindukan? Banyak orang berpikir gereja yang Tuhan kehendaki adalah gereja dengan gedung besar dan fasilitas mewah. Di lain sisi, ada juga yang menganggap bahwa jumlah bukan ukuran, yang penting setiap umat mengalami perubahan hidup yang signifikan.

Bukannya mencoba menjembatani kedua arus besar ini, Neil Cole justru menciptakan arus baru yang jauh lebih berdampak dan mendarat. Bukan gereja yang menarik orang datang tetapi gereja yang harus datang dan dihadirkan di tengah orang-orang yang belum percaya.

Gereja organik bukan sebuah denominasi baru melainkan gereja yang menghidupi kerinduan Allah dalam segala aspek yang dikerjakannya. Di mana ada kehidupan, di situ seharusnya gereja bisa tumbuh dan berkembang.

Sejatinya gereja, tumbuh-kembangnya merupakan kehendak-Nya. Yesus yang melakoninya. Dan kita adalah pelengkap yang dipakai sebagai alat-Nya. Sebagai karya Yesus, gereja merupakan pengejawantahan kerinduan-Nya yaitu untuk mencari jiwa yang terhilang. Merangkul sampah masyarakat karena sebenarnya mereka adalah tanah yang baik dimana benih bisa tumbuh subur.

Sementara itu, kewajiban bagi orang yang telah diselamatkan untuk hadir di tengah mereka dan memberi pengharapan.

Dengan nilai-nilai yang menekankan gaya hidup Allah dalam gereja.

Namun, masihkah kita menyamakan gereja dengan gedung atau bangunan? Masihkah kita berpendapat bahwa kabar keselamatan itu berhenti pada diri sendiri? Atau kita sudah sampai kepada pendapat bahwa panggilan gereja hanya untuk orang berbusana rapi, bersih, muda, dan menarik?

Bagaimana dengan masyarakat yang belum akrab dengan ilmu pengetahuan dan teknologi? Lansia (lanjut usia) yang sebentar lagi menyatu dengan tanah? Atau mereka yang berada di kubangan Narkoba, free sex, dugem, dan hidup sumbang lainnya? Bisakah gereja hadir untuk mereka juga?

Jawabnya bisa! Tiga coverstory Bahana kali ini layak dijadikan acuan. Begitu juga dengan materi lainnya. Selami dan dapati bahwa gereja bisa untuk semua.

Sumber: Majalah Bahana, November 2010

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!


Warta Populer


Layanan SMS

Untuk Renungan Malam
Ketik REG <spasi> REMA
Untuk Renungan Pagi
Ketik REG <spasi> REPA
Untuk Renungan Siang
Ketik REG <spasi> SIANG

Kirim ke:
Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363
XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363

Untuk berhenti:
UNREG PAGI / SIANG / MALAM
& kirim ke nomor yang sama diatas

Khusus untuk TELKOMSEL
Ketik REG MALAM (atau SIANG, PAGI, MUDA)
Kirim ke 5454.
Untuk berhenti berlangganan, ketik UNREG MALAM (atau SIANG, PAGI, MUDA) ke 5454
*) Rp. 1000,- per SMS + PPN


Pengumuman

RALAT BAHANA cetak edisi November 2012
24 Okt 2012
Lowongan Penerbit Andi
15 Jun 2012
© Copyrigth @ CV. Andi Offset 2014
Contact: Online Devision
Jl. Beo 38-40
Yogyakarta, 55281
Indonesia
Tlp: 0274 545 465 ext. 204
ebahana.com v. 3.0.12.13